KERANGKA BISNIS DIGITAL (TUGAS)
TUGAS
DIGITAL EKONOMI
“KERANGKA BISNIS DIGITAL KOPI
LITERAN”
Dosen
Pengampu: Ahmad Ridho Hidayat, M.EK
DISUSUN OLEH:
LINA HIDAYATI PUTRI
(19050104)
EKONOMI
SYARIAH
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
2021
KOPI LITERAN DALAM KEMASAN BOTOL
I. PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kopi adalah jenis minuman seduh yang sudah dikenal
sejak zaman dulu. Dulu, kopi biasanya menjadi minuman wajib bagi para orang tua
kita, kini kopi juga sudah menjadi minuman favorit kaum muda. Saat ini, banyak
kita temui kafe–kafe yang menjadi tempat nongkrong kaum muda, dengan menu
andalan ice coffee, Latte, Capuccinno, v60 dan berbagai minuman olahan kopi
lainnya. Kedai kopi ini sepertinya berlomba untuk menawarkan cita rasa kopi
khas Indonesia dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Kopi merupakan salah
satu minuman yang sangat di gemari oleh masyarakat Indonesia karena rasa dan
aromanya. Minuman ini di gemari oleh segala umur secara turun temurun. Kondisi
ini sama dengan di luar negeri, di Amerika misalnya, sebagian besar masyarakat
menyukai minuman ini, sehingga istilah coffe break masih di gunakan hingga saat
ini untuk menandai waktu istirahat maupun jam makan siang.
Pandemi
yang belum usai membuat pelaku bisnis terus beradaptasi. Salah satunya yaitu
bisnis kopi literan dalam kemasan botol yang saat ini banyak dijumpai di
berbagai tempat. Minum kopi menjadi tren gaya hidup saat ini. Mulai dari anak
muda hingga orang tua, minum kopi menjadi aktivitas yang hampir tidak
terlewatkan setiap harinya. Lokasi bisa berbagai macam tempat, di rumah,
warung, kedai, juga restoran. Kedai dan restoran yang menjadikan minuman kopi
sebagai menu utama pun bermunculan, dengan mungusung jenama atau brand
masing-masing. Kita bisa dengan mudah menyebut Starbucks, Janji Jiwa, Kopi
Kenangan, dan bermacam jenama lainnya. Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi
tahun 2020 lalu membuat banyak orang tak lagi sering bepergian keluar rumah
atau nongkrong di kedai-kedai kopi. Penggemar kopi lebih banyak membuat kopi
seduh di rumah sendiri. Atau, membeli kopi dari kedai kopi menggunakan jasa
pengantar makanan.
Kopi berukuran besar ini menjadi bentuk adaptasi terhadap
kondisi normal baru. Produk kopi literan ini menjadi tren baru minum kopi saat
ini, yang membuat para penggemar kopi tetap bisa menikmati minuman kopi dari
kafe dan kedai langganan tanpa harus datang ke kafe dan kedai tersebut. Fenomena
maraknya kopi literan bisa menjadi peluang bagi kita yang ingin memulai bisnis.
Kita tidak harus mempunyai atau menyewa ruko untuk membuat kedai kopi, karena
bisnis ini sangat mungkin dilakukan dari rumah. Bahkan, ada kisah pengusaha
yang memulai bisnis ini dengan modal 0 rupiah dengan memanfaatkan peralatan
dapur yang ada, seperti panci dan kompor.
B.
Visi dan Misi
Visi
dari kopi Literan ini adalah menjadikan menu yang bervariatif dengan cita rasa
dan kulitas kopi yang baik dan dapat memenuhi selera para pembeli dan pelanggan
sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan serta dapat mengembangkan
bisnis kopi literan ini ke berbagai daerah untuk mengenalkan dan membudayakan
minum kopi di tengah masyarakat.
Misi dari kopi literan
ini adalah:
1. Mempertahankan cita rasa kopi yang sudah melegenda secara
turun temurun.
2. Meningkatkan kreativitas untuk menciptakan menu-menu baru
yang lebih bervariatif untuk dapat ditawarkan dan dinikmati oleh pelanggan.
3. Membuat para penggemar kopi tetap bisa menikmati minuman kopi
dari kafe dan kedai langganan tanpa harus datang ke kafe dan kedai tersebut.
4. Bisa menikmati kopi kesukaan sewaktu-waktu dan tak perlu
repot bolak-balik membelinya di kafe atau kedai kopi.
C.
Tujuan
yang Ingin Dicapai
Suatu
bisnis yang ingin berhasil harus memiliki tujuan, agar semua aktivitas bisnis
dapat diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, demikian halnya
dengan pendirian kopi literan ini. Tujuan pendirian kopi literan ini
adalah:
1.
Meningkatkan pendapatan laba usaha
melalui peningkatan penjualan.
2.
Meningkatkan pemenuhan kebutuhan kopi
yang berkualitas untuk masyarakat.
3. Meningkatkan kepuasan pelanggan agar
tetap bisa menikmati kopi berkualitas dengan harga terjangkau dan secara lebih
praktis.
4.
Meningkatkan kualitas layanan dan mampu
bersaing dalam harga.
5. Meningkatkan kenyamanan situasi agar
pelanggan dapat menikmati kopi kesukaan sewaktu waktu dengan nyaman dari rumah.
6.
Meningkatkan kepuasan pelanggan agar
menjadi pelanggan yang loyal kepada kopi ini.
7.
Mengadakan perluasan usaha.
8.
Peningkatan jumlah pelanggan.
9.
Menjaga kelangsungan hidup pemilik usaha
(perusahaan).
10. Meningkatkan
kemakmuran pemilik usaha melalui perolehan laba yang optimal.
II. ASPEK PEMASARAN
A. A. Rencana
Penjualan dan Pemasaran
Rencana penjualan dari kopi literan ini adalah menjakau konsumen yang lebih luas yaitu para kaum muda penikmat kopi, pelanggan terutama pekerja kantoran yang terbiasa minum kopi. Rencana pemasaran dari kopi literan ini adalah digital marketing yaitu melalui media internet seperti isntagram, facebook, blog, dan platform lainnya.
B. B. Strategi
Pemasaran
1. Mengutamakan
kualitas produk
Dalam Kopi
literan ini disajikan dalam botol 1 liter, kopi literan ini bisa bertahan
selama 3 hari dikulkas. Strategi pemasaran yang bisa dilakukan oleh kopi
literan ini adalah dengan membuat racikan menu seperti meracik varian kopi
dengan berbagai macam varian.
2. Promosi atau iklan melalui media sosial
Cara strategi ini
yaitu dengan melakukan posting setiap hari di seluruh akun media sosial dan
melanjutkan promosi dengan memperbanyak kuis berhadiah voucher kopi atau
giveaway lainnya dengan rutin.
3. Melakukan
peluncuran promo untuk momen atau hari tertentu
Strategi ini dilakukan dengan
misalnya target market adalah pekerja kantoran ataupun pelajar, jadi bisa
menawarkan diskon 25% kopi dan cemilan.
Dengan begitu, konsumen akan tertarik untuk membeli Kopi literan ini. Dan strategi
ini lebih tepat dilakukan untuk kopi yang baru diluncurkan.
4.
Membuat Website
Dan pastinya membuat produk kopi
memiliki brand atau nama yang menarik dan memiliki website yang akan memperkuat
brand awareness kopi di tengah masyarakat. Membuat desain dan konten yang
menarik, juga meramaikan website dengan foto-foto menu minuman kopi dengan
berbagai varian yang disajikan, serta informasi harganya. Dan membuat artikel edukasi
seputar kopi agar lebih banyak yang mengetahui manfaat dari kopi tersebut.
5. Kepuasan Pelanggan
Selanjutnya
setelah memasarkan produk kopi ini, membuat konsumen
harus bisa merasakan keunikan dalam pengalaman mencicipi kopi literan ini.
Seperti membuat cita rasa kopi berbeda dari yang lainnya sehingga pelanggan
merasa puas dengan kopi dengan berbagai macam varian ini.
III.
ASPEK PRODUKSI DAN OPERASIONAL
A.
Proses Produksi
Bahan:
6 sdm kopi tanpa ampas atau Nescafe Classic
8 sdm gula aren cacah (pemanis)
200 ml air putih hangat
900 ml susu full cream
9 sdm bubuk krimer
Proses produksi atau proses
pembuatan kopi liter dalam kemasan botol:
1. Menggunakan kopi segar
Paling
utama dari sajian kopi tentunya biji kopi seperti apa yang digunakan. Untuk
hasil sajian dengan cita rasa optimal, sangat direkomendasikan menggunakan biji
kopi yang segar. Karena bubuk kopi yang sudah digiling terlalu lama umumnya
senyawa rasa sudah terpapar udara. Karakter kopi seperti apa yang sesuai untuk
dibuat sajian kopi, maka sebaiknya menggunakan kopi dengan cita rasa yang kuat.
Proses yang pertama adalah memanaskan gulan aren dengan air hangat.
2. Memilih cara seduh
Proses
kedua selanjutnya adalah masukkan bubuk kopi, dan menyeduh serta mengaduk hingga
rata. Tidak
ada aturan khusus yang mengharuskan menggunakan alat kopi metode seduh tertentu
ketika membuat kopi susu. Namun sebaiknya memilih alat kopi yang membuat
antusias selama proses seduh berlangsung.
Secara umum
untuk mempersiapkan kopi untuk sajian kopi susu, kebanyakan barista menggunakan
alat kopi immersion yang membutuhkan perendaman bubuk kopi
ketika ekstraksi.
3. Menambahkan optional bahan tambahan
Proses selanjutnya
menambahkan susu dan krimmer atau bahan tambahan lainnya yang ingin dicampurkan
dengan kopi. Eksplorasi rasa sangat perlu dilakukan. Bukan sekedar bahan
tambahan biasa, tapi bahan yang mampu mengoptimalkan lagi cita rasa dari sajian
kopi yang dibuat. Untuk rasa kopi literan klasik ini, terpikir untuk
mencampurkan dengan susu ataupun gula aren cair. Menambahkan bahan lain seperti
ekstrak sirup, bubuk matcha, bahkan cincau hitam dan lainnya sesuai dengan
kebutuhan dan tidak berlebihan.
4. Melakukan penyaringan dan mempertimbangkan rasio
Tahap selanjutnya
melakukan penyaringan kopi dan menunggu sampai agak hangat. Dalam tahap ini
juga perlu menentukan rasio bukan hanya untuk hasil kopi yang nikmat, melainkan
untuk membantu selama eksplorasi mencapai konsistensi dari hasil sajian kopi.
Bukan hanya rasio antara penggunakan jumlah kopi berbanding dengan jumlah air
seduhnya, tapi juga rasio antara kopi dan bahan tambahan yang digunakan. Dalam
hal ini akan sangat memudahkan jika memiliki timbangan digital selama proses
menentukan rasio.
5. Pengemasan dalam botol
Setelah
semua dilakukan selanjutnya memasukkan kopi yang diracik kedalam botol 1 liter
dan menyimpannya didalam lemari es.
6. Dingin atau hangat
Apakah
hasil akhirnya disajikan secara dingin atau hangat, maka hal ini akan mempengaruhi
proses membuat kopi terutama kopi susu. Jika ingin disajikan secara hangat
tentu menggunakan alat kopi espresso maker atau mesin espresso sangat
sesuai, bahkan susunya pun harus dikukus terlebih dahulu, agar suhu sajian
seimbang selama prosesnya. Untuk menyajikan kopi secara dingin, bisa dimulai
dari proses seduh dengan air seduhan bersuhu normal atau didinginkan ke kulkas
untuk disajikan beberapa jam kemudian. Namun demikian, kopi susu dingin atau
pun kopi susu hangat sama nikmatnya.
B.
Produk dan Kegitan Produksi
Produk
ini bernama kopi literan yang kemasannya dalam botol. Kegiatan produksi dari kopi literan ini adalah
memproses kopi literan kemudian dikemas untuk dijual sebagai minuman botolan.
Kegiatan pemrosesan dan pengemasan ini adalah merupakan kegiatan produksi dan
akan di pasarkan ke berbagai kalangan kaum muda pekerja ataupun penikmat kopi
yang melalui berbagai media sosial seperti instagram, facebook, twitter, blog
dan lain sebagainya.
C.
SDM (Sumber Daya Manusia)
Dalam pembuatan kopi literan,
pembuatannya memanfaatkan sumber daya manusia dan mesin. Disini manusia dan
mesin secara bersama melakukan pembuatan kopi. Mesin yang dimaksud adalah
cerek, Untuk menuangkan air panas ke dalam
cangkir yang berisi kopi, tentu memerlukan tenaga sumbur daya manusia dan mesin
berupa cerek atau ketel. Sebenarnya tidak ada keharusan mengenai ketel seperti
apa yang paling baik. Namun, jika memungkinkan, ketel leher angsa karena model
ini adalah yang paling direkomendasikan. Alat ini sangat dibutuhkan terlebih
jika ingin menyeduh secara manual, khususnya metode pour
over. Perlu ketelitian dalam manual brew. Ketel leher angsa
serta lubang yang kecil mampu mengucurkan air secara perlahan dan sedikit demi
sedikit kedalam kemasan botol literan .
Mesin
lainnya yaitu Timbangan, timbangan
memudahkan pembuat kopi mempersiapkan proses penyeduhan. Alat ini bisa
memberikan takaran lebih akurat daripada hanya mengira-ngira saja. Anda bisa
mengukur dengan cepat banyak kopi yang diperlukan untuk setiap seduhan.Selain
mengukur berapa banyak kopi yang dibutuhkan, timbangan juga berperan mengukur
banyak air seduhan. Terlalu banyak air akan membuat seduhan terasa hambar.
Begitu pula jika air terlalu sedikit, tentu seduhannya tidak akan mengenakkan
di lidah. Demikianlah pentingnya timbangan atau coffee scale dalam
proses menyeduh kopi. Dan masih banyak lagi mesin elektrik kopi lannya.
IV.
ASPEK
KEUANGAN
A. Rincian
Biaya Modal Usaha Kopi
▪ Peralatan Kopi
Berikutnya yang harus dipersiapkan untuk buka
usaha kedai kopi secara sederhana adalah peralatan dan perlengkapan yang
meliputi sendok untuk mengaduk kopi, kompor gas untuk merebus air, piring,
cangkir, mangkuk, teko, gelas sebagai tempat minuman kopi, dan lain sebagainya.
Perkiraan total estimasi modal usaha yang dibutuhkan untuk membeli peralatan
usaha kedai kopi sekitar Rp 4 juta.
▪ Pembelian Stok bahan
Usaha kedai kopi perlu memperhatikan persediaan
barang. Untuk persediaan barang stok yang akan dijual mencakup kopi, gula,
berbagai macam susu kental manis, dll. Modal yang dibutuhkan untuk
membeli stok tersebut sekitar Rp 700 ribu.

Comments
Post a Comment